Di kota agak berbeda dengan yang ada di desa. Yang selama ini saya amati, perbedaannya itu ada pada hati sapi. Di desa jarang sekali menambahkan hati sapi pada sambal, mungkin untuk penghematan kali ya. Oh ya, sebenarnya resep ini bisa juga ditambah dengan mie keriting, tetapi jarang bahkan tidak pernah saya temui. Saya hanya menemuinya di rumah saya sendiri. Terkadang juga dicampuri dengan tahu atau rambak. Rambak itu dibuat dari kulit binatang yang dikeringkan, lalu bisa dimasak menjadi berbagai jenis makanan seperti kerupuk rambak dan sebagainya.
Bahan dasar untuk sambal :
- kentang sebanyak 0,5 kg (setengah kilo gram).
- bawang merah, iris tipis sebanyak 5 (lima buah).
- santan instan sebanyak 1 (satu bungkus).
- hati sapi sebanyak 300 gr (tiga ratus gram).
- cabe merah, yang sudah diiris tipis-tipis sebanyak 1/4 kg (seperempat kilo gram).
- daun jeruk secukupnya.
- daun salam secukupnya.
- serai secukupnya.
- lengkuas secukupnya.
- tambahkan petai jika mau.
- minyak goreng secukupnya.
- Garam secukupnya.
- bawang putih sebanyak 5 (lima siung)
- merica sebanyak 1/2 sdt (setengah sendok teh).
- cabai merah sebanyak 1/3 bagian atau sesuai selera masing-masing.
- sedikit penyedap / penguat rasa.
- kemiri sebanyak 4 (empat butir).
- Rebus hati sapi kemudian potong membentuk dadu kecil.
- Goreng kentang kemudian potong membentuk dadu juga.
- Tumis bawang merah sampai harum dengan wajan yang sudah disiapkan.
- Tambahkan cabe merah, sambil dibolak-balik hingga cabe layu.
- Kemudian masukkan bahan-bahan yang sudah dihaluskan tadi
- Masukkan juga daun salam, lengkuas, daun jeruk, dan serai, aduk/bolak-balik terus hingga matang. Jika mau, tambahkan petai.
- Lalu tuang santan kental ke dalam wajan, aduk lagi sampai santan mendidih.
- Jika sudah mendidih, masukan hati sapi lalu aduk lagi, tunggu sebentar.
- Baru tambahkan kentang goreng, biarkan hingga santan menyusut dan mengeluarkan minyak.
- Sambal goreng kentang kini sudah siap untuk dimakan.

No comments:
Post a Comment